Kamis, 17 Desember 2015

Masih Pantaskah Mereka Disebut Idola?


  Semua orang pastinya sudah tidak asing dengan ajang pencarian bakat. Ribuan orang lebih telah berbondong-bondong mengikuti audisi di daerah yang berbeda. Namun akhirnya hanya sebagian saja yang masuk panggung spektakuler.
  Acara itu biasanya berlangsung selama 3 bulan dalam setahun lebih dan menyisakan dua orang grandfinalis. Ujung-ujungnya, seseorang kemudian akan didapuk jadi idola setelah usai acara.
  Nah, apa arti kata idola itu? Jika kita translate di kamus atau di Google Translate, maka kita akan mendapatkan arti idol (selain arti idola) itu adalah berhala atau patung.
  Namun, bukan masalah arti idol dalam Bahasa Inggris yang akan dibahas kali ini. Melainkan arti idola secara sederhana. Idola menurut bahasa awam. Kenapa? Karena pandangan arti idola dalam Bahasa Inggris yaitu idol sudah banyak yang paham betul.
  Orang awam sering menafsirkan bahwa sosok idola adalah yang mempunyai kelebihan di atas orang lain. Sosok idola adalah orang yang dipuja, dikagumi atau diteladani. Sosok idola adalah orang yang dianggap menyandang predikat istimewa, dihormati posisinya, dan dikagumi prestasinya. Sosok idola ditempatkan pada posisi yang tinggi diantara komunitas yang mengidolakannya.
  Para idola diakui memiliki keterampilan atau keahlian diatas rata-rata orang biasa. Mereka berpenampilan khas, unik dan atraktif. Dengan potensi dan posisi seperti inilah mereka dapat dengan mudah mendapatkan uang serta fasilitas yang berlimpah. Para remaja seringkali mengikuti tindak tanduk sang idolanya. Mereka merasa bangga karena sudah sama seperti idola mereka.
  Namun diatas semua itu masih pantaskah mereka disebut sebagai idola? Jika kita mengidolakan mereka, apa sebenarnya yang mereka berikan kepada kita? Justru kita yang membuat mereka terkenal. Coba bayangkan, bagaimana seorang artis jika ditinggalkan oleh orang yang mengidolakannya? Masihkah mereka mendapatkan bayaran? 
  Sebetulnya hal itu tidak masuk akal. Kita melakukan hal itu hanya buang-buang waktu, karena mengidolakan seseorang yang tidak memberi manfaat kepada kita, kita telah hanyut terbawa suasana emosional yang hampir melupakan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
   Rasulullah bersabda, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberi manfaat kepada orang lain.”
  Maka bolehlah jika mengatakan bahwa yang pantas jadi idola bagi umat Islam adalah Rasulullah SAW.
  Rasulullah adalah suri teladan yang baik. Segala perbuatan yang beliau lakukan, kemudian kita lakukan, maka kita akan mendapat pahala dari Allah SWT. Namun, jika kita mengikuti gaya artis (idola), apakah mereka memberi kita uang? Ternyata kekuatan emosi mengalahkan logika. Mereka yang sering ikut-ikutan gaya idolanya ternyata logikanya sudah tidak bekerja dengan semestinya.
  Karena hidup hanya sementara dan hanya sekali, maka lakukanlah hal yang bermanfaat bagi kehidupan akhirat juga dunia kita. Saatnya kita jeli memilih idola. Dan memang harus jeli. Karena idola yang harusnya diikuti gaya dan perilakunya adalah Nabi Muhammad SAW.


Sumber : islampos.com

Rabu, 16 Desember 2015

Muhammad Kecil Yang Diasuh Di Padang Pasir

dari : gitanews.com
  Sudah menjadi kebiasaan seluruh keluarga besar Arab kota untuk mengirimkan anak-anak mereka yang baru lahir ke daerah gurun untuk disusui hingga disapih, serta menghabiskan masa kanak-kanak mereka di tengah-tengah suku Badui. Tak terkecuali Mekah, apalagi sejak musim wabah penyakit dan tingginya angka kematian bayi di sana. Tapi bukan semata-mata udara segar sahara yang mendorong mereka mengirim anak-anak mereka ke sana. Itu memang berguna bagi jasmani mereka. Tapi gurun pasir juga memiliki manfaat bagi perkembangan jiwa.
  Beberapa suku memiliki reputasi baik dalam menyusui dan mengasuh anak, diantaranya adalah Bani Sa’d ibn Bakr, suku Hawazin terpencil, sebelah tenggara Mekah. Aminah ingin mempercayakan putranya untuk diasuh seorang wanita dari suku tersebut. Mereka biasanya datang secara periodik kepada kaum Quraisy untuk menawarkan pengasuhan.
  Perjalanan mereka kali ini diceritakan oleh Halimah, putri Abu Dhu’ayb, yang berangkat bersama suaminya, Harits.
Tahun ini musim kemarau. Kami tak memiliki apa-apa. Aku berangkat dengan mengendarai keledai betinaku yang kurus berwarna abu-abu. Kami juga membawa seekor unta betina tua yang tak lagi bisa mengeluarkan susu setetes pun. Kami terbangun setiap malam oleh tangis kelaparan anak kami, karena susuku tak cukup membuatnya kenyang. Keledaiku begitu lemah dan kurus sehingga aku sering ketinggalan rombongan di perjalanan.
   Ia juga menceritakan bahwa mereka begitu mengharapkan curahan air hujan agar unta-unta dan keledai dapat merumput sehingga air susunya dapat keluar. Namun hingga sampai ke Mekah, tak setetes pun air hujan turun. Setelah tiba mereka segera menawarkan jasa pengasuhan anak, dan Aminah pun menawarkan anaknya untuk diasuh mereka. Namun tak satupun menerima tawarannya. Halimah menjelaskan, “Itu karena kami berharap mendapatkan sesuatu yang berharga dari ayah anak itu. Seorang anak yatim! Apa yang bisa diharapkan dari ibu dan kakeknya untuk kami?”
  Mereka tidak mengharapkan pembayaran tunai dari jasa yang ditawarkan, karena seorang wanita dianggap tidak terhormat bila mengambil bayaran dari susu yang diberikannya kepada seorang anak. Keuntungan yang diinginkan orang-orang Badui adalah memiliki ikatan dengan salah satu dari keluarga-keluarga besar ini. Seorang ibu angkat mengasuh seorang anak yang diharapkan menganggapnya sebagai ibu kedua dan merasa berkewajiban memeliharanya di akhir hayatnya. Anak itu juga akan menganggap dirinya sebagai saudara dari anak-anak kandungnya sendiri. Orang-orang Arab menganggap air susu dapat membuat suatu hubungan nasab dan dapat juga menurunkan sifat-sifat sang ibu pada anak yang disusuinya.
  Meskipun para orang tua angkat tidak mengharapkan untuk kaya, tapi mereka juga tidak mau terlalu dililit kemiskinan. Dan, telah jelas bahwa Halimah dan suaminya adalah pasangan yang paling miskin diantara pasangan lain. Sehingga tak lama kemudian semua wanita bani Sa’d telah memiliki anak asuh, kecuali Halimah sendiri. Tinggal seorang pengasuh termiskin yang tak mendapatkan titipan anak, dan hanya seorang anak termiskin yang tak mendapatkan pengasuh.
  Halimah menuturkan:
Saat kami memutuskan untuk meninggalkan Mekah, aku bilang pada suamiku, “Aku enggan kembali ke rombongan teman-teman kita tanpa mendapatkan seorang bayi untuk disusui. Aku akan kembali ke anak yatim itu dan akan membawanya.” “Terserah engkaulah,” kata suamiku. “Mudah-mudahan Allah memberikan berkah-Nya kepada kita lewat anak itu!” Maka, aku pun pergi mengambilnya, tak lain karena aku tak mendapatkan asuhan lain kecuali dia. Aku membawanya kembali ke tempat kendaraan kami ditambatkan. Tak lama setelah kudekap ia di dadaku, tiba-tiba payudaraku penuh air susu untuk menyusuinya. Ia meminumnya sampai kenyang, dan saudara angkatnya pun sampai kenyang. Setelah itu, mereka tertidur nyenyak. Suamiku mendekati unta betina tua kami dan, astaga, susunya penuh! Ia pun meminumnya dan aku juga turut minum hingga begitu kekenyangan. Kami menjalani malam yang begitu menyenangkan, dan di pagi harinya suamiku berkata, “Demi Tuhan, Halimah, engkau telah mengambil makhluk yang diberkahi Tuhan!” “Begitulah harapanku,” kataku. Selanjutnya kami bersiap-siap untuk berangkat, dan aku kembali menaiki keledaiku sambil menggendong anak itu. Keledaiku berjalan dengan cepat menyalip rombongan lain. “Hebat sekali kalian! Tunggulah kami! Bukankah keledai yang kautunggangi itu sama dengan keledai yang kemarin kalian naiki saat berangkat kemari?” kata mereka. “Ya, tentu saja, “ jawabku. “ia memang keledai yang sama.” “Suatu mukjizat telah datang kepadanya,” komentar mereka.
Kami sampai di perkemahan daerah Bani Sa’d, dan aku tahu bahwa tak ada tempat lain yang lebih gersang di muka bumi ini kecuali tempat tinggal kami itu. Namun, setelah kami datang membawa bayi laki-laki itu untuk tinggal bersama kami, domba-domba kami pulang setiap petang dengan ambing penuh air susu. Kami memerasnya dan meminumnya, sementara yang lain tak dapat menghasilkan air susu sedikitpun. Hingga para tetangga kami berkata pada para penggembalanya, “Gembalakan kambing-kambing kami di dekat kambing-kambing mereka merumput.” Meskipun hal itu telah dilakukan, kambing-kambing mereka tetap pulang dalam keadaan lapar dan tak menghasilkan air susu yang cukup. Dan kami tak pernah berhenti mensyukuri nikmat dari Tuhan ini hingga bayi itu telah berusia dua tahun, dan aku pun menyapihnya.
Ia tumbuh dengan baik, dan tak ada anak laki-laki lain yang dapat menyaingi pertumbuhannya. Setelah mencapai usia dua tahun, ia tumbuh menjadi anak yang cakap, dan kami membawa kembali ke ibunya, meskipun kami sangat mengharapkan dia tetap tinggal untuk mendatangkan berkah bagi keluarga kami. Maka, aku pun memohon kepada ibunya, “Biarkan ia tinggal bersama kami hingga ia tumbuh lebih kuat, karena aku khawatir ia diserang penyakit di Mekah.” Kami meminta kepada Aminah dengan sangat agar kami diberi kesempatan sekali lagi untuk memelihara dan mengasuh anak itu. Kami pun membawanya kembali pulang.
Suatu hari, beberapa bulan setelah kembali, ketika ia dan saudara laki-laki angkatnya sedang bermain dengan beberapa anak biri-biri di belakang kemah kami, saudara angkatnya itu lari mendekati kami dan berteriak, “Saudara Quraisy-ku! Dua laki-laki bergamis putih mengambilnya, membaringkannya, dan membelah dadanya. Lalu tangan mereka mengeluarkan isi dadanya.” Karena itu aku menemui anak itu dan melihatnya berdiri, tapi wajahnya pucat pasi. Kami memeluknya dan bertanya, “Apa yang telah terjadi padamu, anakku?” ia menjawab, “Dua orang berbaju putih mendatangiku, membaringkan aku dan membelah dadaku untuk mencari sesuatu yang aku sendiri tidak tahu.”
  Halimah dan Harits berkeliling melihat sekitarnya, namun tak menjumpai dua laki-laki itu. Mereka juga tak melihat darah atau luka pada tubuh anak angkat mereka. Juga tak ada sedikitpun goresan pada dada anak angkat mereka itu atau cacat pada tubuhnya yang sehat. Hanya ada gambaran tak biasa diantara kedua punggungnya; satu tanda berbentuk oval, kecil tapi jelas, namun tanda itu sudah ada sejak lahir.
  Setelah beberapa tahun, Muhammad lebih mampu menceritakan kejadian itu dengan lebih jelas dan lengkap:
Ada dua laki-laki datang kepadaku, berbaju putih, dengan sebuah baskom emas yang penuh dengan salju. Setelah itu, mereka membaringkan tubuhku dan membelah dadaku, kemudian mengambil jantungku. Tampaknya, mereka membukanya dan mengambil segumpal darah hitam dari jantungku serta membuangnya. Lantas mereka mencuci jantungku dan isi dadaku dengan salju itu.
  Ia juga berkata: “Setan menyentuh setiap anak Adam pada saat ibunya melahirkannya, kecuali Maryam dan putranya.”

Sumber : MUHAMMAD, Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik / Karya: Martin Lings (Abu Bakr Siraj al-Din)


Selasa, 15 Desember 2015

Tips Mendaki di Musim Hujan

  Musim hujan bagi penggiat alam bebas tentu akan sedikit menyurutkan niat dan mental mendaki gunung. Namun apabila anda tetap ingin mendaki gunung dan memenuhi panggilan jiwa dan hati sebagai petualang pantang menyerah, perhatikan hal-hal berikut ini sebelum berangkat mendaki di musim hujan :

Simpan Barang Bawaan Dalam Plastik Kedap Udara

dari : plastikkompres.wordpress.com
 Sebagai langkah antisipasi seluruh barang bawaan basah karena terguyur hujan, ada baiknya menyimpan barang bawaan dalam plastik. Pilihlah plastik kedap udara agar air sama sekali tidak masuk membasahi barang. Utamakan menyimpan gadget dan pakaian dalam plastik dan usahakan terpisah.

Kenakan Pakaian Hangat

dari : aliexpress.com
  Ketika musim hujan, angin biasanya berhembus cukup kencang. Supaya terhindar masuk angin yang bisa mengakibatkan tubuh tidak fit, sebaiknya gunakan pakaian hangat sebelum mendaki.

Bawalah Bekal Makanan yang Cukup

dari : goodfoodokert.blogspot.com
  Saat hujan tiba, perut akan lebih sering merasa lapar. Demi tubuh sehat dan tidak mudah sakit, bawalah makanan yang cukup untuk pendakian. Jangan sampai anda kelaparan di tengah hujan dan pendakian.

Siapkan Ponco

dari : wisatagunung.com
  Jika sudah ada tanda-tanda air hujan akan turun, segera kenakan jas hujan atau ponco. Gunanya tentu untuk melindungi tubuh terkena langsung air hujan yang turun deras.

Pakailah Sepatu Boots

dari : ndparks.com
  Sepatu boots jadi alas kaki terbaik untuk dikenakan ketika musim hujan tiba. Dengan menggunakan sepatu ini, anda jadi bisa melangkah dengan nyaman tanpa khawatir air masuk ke dalam sepatu. Selain itu, kaki pun akan terasa lebih hangat.

Gunakan Gaiter

dari : austinkayak.com
  Saat musim hujan biasanya binatang pacet akan mulai bermunculan. Tentunya ini akan menjadi rintangan sendiri yang harus dihadapi pendaki. Dengan memakai gaiter, setidaknya dapat mengurangi serangan binatang pacet yang sering menempel di kaki.

Gunakan Trekking Pole

dari : outdoorgearlab.com
  Ketika hujan, tanah tentu menjadi lebih licin dan sangat berisiko terpeleset atau tergelincir. Penggunaan trekking pole atau tongkat pendakian bisa sangat membantu, atau jika tidak ada, anda juga bisa menggunakan ranting pepohonan yang telah patah.

Jangan Berkemah

dari : troop26greatfalls.com
  Berkemah di gunung saat musim hujan akan terasa sangat tidak nyaman. Apalagi jika ada benyak perlengkapan yang basah seperti pakaian, tas, sepatu dan sebagainya. Rembesan air juga menjadi salah satu gangguan ketika barang bersentuhan dengan tenda. Untuk itu perlu menentukan gunung yang tepat dengan rute yang tidak terlalu panjang.


Sumber : belantaraindonesia.com 

Senin, 14 Desember 2015

Everything Are Habits

   Habits adalah segala sesuatu yang kita lakukan secara otomatis, bahkan kita melakukannya tanpa berfikir. Habits adalah suatu aktivitas yang dilakukan terus-menerus sehingga menjadi bagian dari seorang manusia. Dia adalah kebiasaan kita.

 dari : barcaforum.com & armendasyifa.wordpress.com 

  Tatkala kita melihat pemain sepakbola profesional sedang menggiring bola, kita menduga di sepatunya ada tali yang terhubung dengan bola sehingga bola tampak rekat dengan kakinya. Bagi penggemar sepakbola itu hal yang istimewa dan berharap  bisa melakukan hal yang sama, namun bagi pemain sepakbola profesional, itu hal biasa.  
  Saat menyaksikan seorang pembicara menyampaikan ide-idenya dengan sistematis, dengan ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits mengalir begitu mudah dari lisannya, kita terperangah dan merasa itu adalah hal yang hebat, bagi mereka itu biasa.
  Biasa yang dimaksud disini bukan biasa dalam konotasi negatif, namun lebih berarti ‘hasil pembiasaan’ dan latihan yang berulang-ulang kali dilakukan. Bisa juga dikatakan mereka melakukan hal-hal yang luar biasa berulang kali sehingga hal yang luar biasa bagi kita adalah hal biasa bagi mereka.
  Perbedaan antara bisa dengan tidak bisa itu sangat sederhana, yaitu habits. Bisa karena biasa, tak bisa karena tak biasa. Sederhana.
  Anda mungkin merasa kagum dan takjub ketika seorang anak muda asli Indonesia berumur 9 tahun, tidak pernah menginjakkan sama sekali kakinya di tanah Arab, namun bisa berbicara sama fasihnya dengan orang Arab. Tapi anda mungkin menganggap biasa saja orang Arab yang memang terlahir di Arab dan fasih berbicara bahasa Arab. Padahal keduanya bisa berbicara bahasa Arab karena satu sebab yang sama. Habits.
  Anda mungkin merasa kagum dan takjub dengan seorang yang terlahir berkekurangan harta namun menjadi kaya-raya pada akhirnya. Tapi anda merasa biasa saja ketika melihat seorang kaya-raya karena keluarganya memang sudah turun-temurun kaya-raya. Padahal sebabnya sama. Habits.
  Jadi, menguasai bahasa adalah habits, rajin dan malas pun juga habits, kreatif dan jumud juga habits, ramah dan pemarah juga habits, bahkan kaya dan miskin bisa jadi juga hasil dari habits. Diri kita memiliki program-program yang mengatur semua respon kita, dan semua itu adalah habits.
  Yang ingin saya coba tekankan disini adalah, tidak perlu memikirkan apa posisi awal kita saat ini, karena itu tidak penting. Kita dapat menjadi apapun atau menguasai keahlian apapun yang kita inginkan bila kita benar-benar menginginkannya, dengan cara membiasakan dan membentuk habits pada diri kita. Menjadikan yang luar biasa menjadi kebiasaan.


Sumber : How to Master Your Habits / Karya: Felix Y. Siauw 

Minggu, 13 Desember 2015

Alasan Ilmiah Dibalik Larangan Khalwat Pria dan Wanita

dari : moslemmuda.wordpress.com
  
  Perintah untuk tidak berkhalwat (berdua-duaan) antara seorang pria dan wanita yang bukan mahram selama ini dipatuhi seorang mukmin sebagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tapi, jarang dari kita yang mengetahui alasan ilmiah dibalik perintah itu.
  Kenapa hal itu dilarang dan dianggap berbahaya oleh syariat Islam? Bagian tubuh kita yang mana yang ternyata berpengaruh terhadap kondisi khalwat itu?
  Baru-baru ini, sebuah penelitian membuktikan bahaya berkhalwat tersebut.
Para peneliti di Universitas Valencia menegaskan bahwa seorang yang berkhalwat dengan wanita menjadi daya tarik yang akan menyebabkan kenaikan sekresi hormon kortisol. Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terhadap terjadinya stres dalam tubuh. Meskipun subjek penelitian mencoba untuk melakukan penelitian atau hanya berpikir tentang wanita yang sendirian dengannya hanya dalam sebuah simulasi penelitian, namun hal itu tidak mampu mencegah tubuh dari sekresi hormon tersebut.
“Cukuplah anda duduk selama 5 menit dengan seorang wanita. Anda akan memiliki proporsi tinggi dalam peningkatan hormon tersebut,” inilah temuan studi ilmiah baru-baru ini yang dimuat pada Daily Telegraph!
  Para ilmuwan mengatakan bahwa hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk kinerja tubuh tetapi dengan syarat mempu meningkatkan proporsi yang rendah, namun jika meningkat hormon dalam tubuh dan berulang terus proses tersebut, maka yang demikian dapat menyebabkan penyakit serius seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi dan berakibat pada diabetes dan penyakit lainnya yang mungkin meningkatkan nafsu seksual.
  Bentuk yang menyerupai alat proses hormon penelitian tersebut berkata bahwa stres yang tinggi hanya terjadi ketika seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita asing (bukan mahram), dan stres tersebut akan terus meningkat pada saat wanitanya memiliki daya tarik lebih besar! Tentu saja, ketika seorang pria bersama dengan wanita yang merupakan saudaranya sendiri atau saudara dekat atau ibunya sendiri tidak akan terjadi efek dari hormon kortisol. Seperti halnya ketika pria duduk dengan seorang pria aneh, hormon ini tidak naik. Hanya ketika sendirian dengan seorang pria dan seorang wanita yang aneh!
  Para peneliti mengatakan bahwa pria ketika ada wanita asing di sisinya, dirinya dapat membayangkan bagaimana membangun hubungan dengannya (jika tidak emosional). Dan dalam penelitian lain para ilmuwan menekankan bahwa situasi ini (untuk melihat wanita dan berpikir tentang mereka) jika diulang, mereka memimpin dari waktu ke waktu untuk penyakit kronis dan masalah psikologis seperti depresi.

Nabi SAW Mengharamkan Khalwat
  Kita semua tahu hadits yang terkenal mengatakan: “Tidak ada orang yang seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita kecuali setan adalah yang ketiga,” hadits ini menegaskan diharamkannya berkhalwat bagi seorang pria dengan wanita asing atau bukan mahramnya. Karena itu, Nabi SAW melalui syariat ini menginginkan kita menghindari banyak penyakit sosial dan fisik.
  Ketika seorang mukmin mampu menghindari diri dari melihat wanita (yang bukan mahram) dan menghindari diri dari berkhalwat dengan mereka, maka ia mampu mencegah penyebaran amoralitas, dan dengan demikian melindungi masyarakat dari penyakit epidemi dan masalah sosial, dan mencegah individu dari berbagai penyakit.
  Kami sampaikan kepada mereka yang tidak puas dengan agama kami yang hanif: Bukankah Islam sebagai agama yang layak dihormati dan diikuti?


Sumber : eramuslim.com

Sabtu, 12 Desember 2015

Buah-buahan Yang Disebutkan Dalam Al-Qur'an

1.       Kurma

dari : viaberita.com

  Buah kurma, buah-buahan yang disebut dalam surat Maryam, pohonnya tumbuh di padang gersang bersuhu panas. Allah mengidentifikasikan khasiat penyembuhan dari buah ini dengan menceritakan pada Maryam yang sedang menghadapi persalinan, supaya mekan daging buah kurma.

Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum, dan bersenang hatilah...” (QS. Maryam : 24-26)

  Allah mempunyai maksud tertentu dengan menyeru kita untuk memperhatikan buah kurma. Dengan meneliti isi kandungan buah ini akan membuat kita lebih paham tentang maksud Ilahi itu. Kurma, dengan kandungan 50% gula, sungguh sangat bergizi karena daging buahnya terdiri atas fruktosa dan glukosa yang keduanya berkalori tinggi, dan mudah serta cepat dicerna. Kandungan gulanya menenangkan saraf yang gelisah serta memberikan rasa aman pada kejiwaan.
  Sudah pasti tiap persalinan selalu mengeluarkan banyak darah, yang dengan sendirinya jumlah gula darah yang tertumpah karenanya cukup banyak. Karena gula yang lenyap itu harus diganti, keterlibatan kurma, seperti pada persalinan Maryam, nyata benar manfaatnya sebagai tambahan. Kurma juga mengurangi tekanan darah. Meskipun daging sangat besar manfaatnya, tetapi tidak sebanding dengan besarnya manfaat kurma segar dalam segala hal. Mengkonsumsi terlalu banyak daging, yang tak terbantahkan mengandung banyak protein, tidaklah mustahi pada saat yang sama dapat mengakibatkan keracunan. Jadi, makanan-makanan ringan seperti sayuran, buah-buahan, yang tentu saja mudah dicerna hendaknya lebih menjadi pilihan.
  Di saat yang sama, kurma segar memberikan manfaat besar pada otak. Buah kurma, dengan kandungan 2,2% protein, juga berisi banyak jenis vitamin A, B1, dan B2. Protein-protein ini melindungi tubuh dari serangan penyakit dan infeksi, menunjang sel-sel tubuh memperbaharui diri, dan menyeimbangkan cairan-cairan tubuh. Vitamin A meningkatkan kemampuan pandangan mata dan kekuatan badan, juga kekuatan tulang dan gigi. Vitamin B1 memfasilitasi jaringan saraf berfungsi sehat sempurna, menunjang tubuh mengubah karbohidrat menjadi energi, mengatur selera makan dan pencernaan, serta memberdayakan metabolisme berasal dari protein dan lemak. Vitamin B2 memfasilitasi pembakaran protein-protein yang disebutkan tadi, karbohidrat dan lemak yang diperlukan untuk penyediaan energi dan pembaharuan sel.
  Disamping itu, kurma juga mengandung banyak mineral yang esensial bagi tubuh (seperti potassium, sodium, kalsium, besi, mangan, dan tembaga). Bila potassium dan sodium bekerja bersamaan, mereka bertindak selaku pengatur ritme detak jantung. Dengan memfasilitasi pengalihan oksigen ke otak, potassium dapat memberdayakan pikiran jernih. Lebih jauh lagi, ia menyediakan kandungan alkali secukupnya pada cairan tubuh, merangsang ginjal mengeluarkan sampah-sampah racun metabolis, membantu menurunkan tekanan darah tinggi, dan menunjang pembentukan kulit sehat.

2.       Zaitun

dari : selingkaran.com

   Allah berfirman :

Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman, zatun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS. An-Nahl : 11)

 Manfaat buah zaitun tidak hanya terbatas pada asam linoleik. Misalnya, unsur klorin yang dikandungnya dapat meningkatkan fungsi liver lebih sempurna, sehingga dengan begitu memfasilitasi tubuh dalam mengeluarkan bahan buangan. Karena juga memberi sumbangan pada kerangka tubuh, dengan demikian zaitun membuat tubuh jadi kuat dan panjang usia. Unsur-unsur tersebut juga baik untuk serabut arteri otak.
  Selain manfaat-manfaat tersebut, minyak zaitun adalah sumber penting bagi gizi manusia. Berbeda dengan mentega padat, minyak zaitun tidak meninggikan tingkat kolesterol di dalam darah, sebaliknya minyak ini tetap mengendalikannya. Karena itu, para dokter sangat menganjurkan pemakaian zaitun dalam memasak. Sementara itu, apakah dalam keadaan panas atau dingin, minyak zaitun mengurangi jumlah asam pencernaan dan dengan demikian melindungi perut dari penyakit-penyakit radang usus dan sakit mag. Minyak zaitun juga membuat teraturnya gerakan kantong empedu.
  Penelitian juga telah mengungkapkan bahwa minyak zaitun memiliki kemampuan tertentu untuk mencegah timbulnya penyakit urat darah koroner melalui pengurangan level LDL, sejenis kolesterol yang mengganggu kesehatan, sementara meninggikan tingkat kolesterol yang bermanfaat untuk kesehatan HDL di dalam darah.
  Vitamin E,A,D, dan K dalam darah sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan kadar mineral dalam tubuh anak-anak dan orang dewasa. Ia memperkuat tulang-belulang dengan cara menstabilkan kalsium. Minyak zaitun merupakan unsur vital dalam membangun organisme-organisme tubuh. Unsur-unsur antioksidan semacam ini dan asam-asam lemak seperti asam linoleik, yang sangat penting bagi manusia, memperbanyak hormon dan sintesis membran sel-sel biologis. Karena vitamin-vitamin ini memperbaharui sel, mereka juga digunakan untuk mengatas keluhan-keluhan yang terkait dengan usia seseorang dan perawatan kulit.

3.       Anggur

dari : daarulmuwahhid.org

  Anggur merupakan salah satu tanaman yang dikenal umat manusia sejak lama. Anggur sudah dikenal sejak zaman nabi Nuh AS. Tanaman ini tumbuh merambat ke atas, berlawanan arah dengan ujung kuncupnya, dan searah dengan penopang anggur. Buah ini disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak 14 kali. Salah satunya pada surat An-Nahl ayat 11 seperti di atas.
  Buah ini sangat baik dimakan ketika masih segar ataupun sudah kering. Anggur merupakan buah yang mudah dicerna, dapat menggemukkan, dan dapat menyuplai gizi yang cukup. Anggur hijau maupun merah memiliki khasiat yang sama, keduanya bisa dimanfaatkan untuk makanan, minuman, maupun obat.
  Sebagai obat, anggur memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi. Anggur diyakini bisa mengobati batuk, memurnikan darah, membersihkan usus, pencernaan, bahkan bermanfaat untuk penyakit lambung. Anggur juga bisa dimanfaatkan untuk diet.
  Jus anggur bisa membantu penyembuhan dari penyakit hemaroid (wasir), gangguan pencernaan, batu ginjal dan gangguan kantong empedu. Untuk itu, para peneliti menganjurkan untuk meminum segelas jus anggur sebelum sarapan dan sebelum makan malam.
  Bahkan meminum segelas anggur sebelum tidur juga bisa membantu anda untuk tidur nyenyak tanpa insomnia yang mengganggu. Jus anggur juga baik untuk orang yang keracunan, keletihan atau dalam masa penyembuhan atau terkena batu ginjal (kencing batu).

4.       Delima

dari : sehatnesia.com

   Allah berfirman :

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan pada fakir miskin), dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan. (QS. Al-An’aam : 141) 

  Buah delima adalah sejenis buah lain yang disebutkan dalam al-Qur’an, mengandung potassium yang besar volumenya, selain dari mineral-mineral lain seperti fosfor, kalsium, besi, dan sodium, dan vitamin-vitamin A,B1,B2,B3, dan C. Bereaksi bersama sodium, potassium mengatur ekuilibrium air tubuh dan menjaga detak jantung agar tetap normal. Dengan memelihara keseimbangan kadar potassium-sodium, buah ini juga menunjang kepekaan saraf dan otot agar berfungsi secara teratur, mencegah edema, dan mengurangi kadar gula dalam darah. Buah delima menghilangkan rasa letih otot dan memungkinkannya bergerak dengan mudah, dan juga menguatkan jantung.
 
5.       Tin

dari : imagiooland.wordpress.com

  Buah tin tidak ada di daerah Hijaz maupun Madinah. Al-Qur’an hanya menyebutkan sekali dan di satu tempat saja, yaitu dalam QS. At-Tiin ayat 1. Buah tin mengandung unsur gula yang sangat tinggi dan juga mengandung garam utama, seperti kalsium, fosfor, besi, dan sejumlah vitamin, seperti vitamin A dan B. Selain itu juga mengandung vitamin K yang masuk dalam proses pembekuan darah dan berfungsi menghentikan pendarahan.
  Berikut beberapa manfaat buah tin :
-         Mengobati susah buang air besar, caranya seduh 3-4 butir buah tin kering dalam gelas yang berisi air dingin pada sore hari, pagi harinya buahnya dimakan dan airnya diminum.
-         Mengobati penyakit usus dan lambung, caranya potong 6-7 buah tin kering, lalu tenggelamkan dalam minyak zaitun, dicampur beberapa potong jeruk nipis, lalu biarkan selama 1 malam penuh dan potongan-potongan buah tin ini bisa dimakan beserta airnya pada pagi hari.
-         Mengobati luka dan bisul, caranya balutkan buah tin kering yang telah dididihkan dengan susu untuk memecah buah tin kering ini agar terbuka bagian dalamnya secara keseluruhan. Didihkan selama beberapa menit dengan susu biasa, setelah dingin tutuplah luka dengan ramuan ini dan letakkan bagian dalam buah ini tepat di atas luka, lalu ikat dengan kain dan perbarui pembalutan ini 3-4 kali sehari.
-     Mengobati haid yang tidak teratur, caranya didihkan 25-30 daun tin dalam 1 liter air, lalu minum. Ramuan ini untuk mengobati batuk juga gangguan haid, dan melancarkan haid. Ramuan ini berfungsi juga untuk obat kumur dan menyembuhkan peradangan pada gusi.
-         Ramuan seduhan buah tin kering untuk memperlancar ASI dan melancarkan kencing.

6.       Pisang

dari : pondokibu.com

  Buah pisang adalah buah yang disebut dalam al-Qur’an sebagai salah satu buah-buahan surga. Seperti firman Allah berikut :

Dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya). (QS. Al-Waqi’ah : 29)

  Seperti semua karunia lainnya, buah pisang yang dinikmati para penghuni surga tentu akan jauh lebih sempurna dari pisang yang dapat dibayangkan kini tersedia di dunia. Betapapun, pisang-pisang yang tersedia di surga tidak pernah jadi busuk dan akan memiliki rasa dan wangi yang tidak mungkin kita bayangkan sekarang. Namun di dunia inipun Allah sudah menciptakan sejenis buah yang sangat mirip dengan yang ada di surga dan telah menyediakannya untuk kita.
  Buah pisang adalah buah yang sangat bergizi, terdiri atas air (75%), protein (1,3%) dan lemak (0,6%). Tiap buah pisang juga mengandung karbohidrat dan potassium dalam jumlah cukup. Disamping menyembuhkan banyak penyakit, pisang sangat dianjurkan untuk penyembuhan demam, gangguan sistem pencernaan, kejang-kejang dan terkilir. Tingginya jumlah potassium yang dikandungnya (0,24%) memfasilitasi pembuangan ampas dari tubuh.

Sumber : ak4rtsuki.blogspot.co.id
 

   

Jumat, 11 Desember 2015

Mendamba Kematian Yang Indah

  Memang, dalam beberapa ayat al-Qur’an pernah menyifati kematian sebagai musibah. Sebagaimana disebut dalam surah al-Maidah 106 sebagai mushiibatul mauut atau musibah kematian. Tetapi agaknya istilah ‘musibah’ ini lebih banyak ditujukan kepada manusia yang durhaka, atau terhadap mereka yang ditinggalkan. Artinya, kematian dapat menjadi musibah bagi mereka yang mati tanpa membawa bekal yang cukup untuk hidup di alam baka, sekaligus dianggap musibah oleh orang-orang yang ditinggalkan.
  Namun, beberapa kali al-Qur’an juga menjelaskan bahwa kematian bisa menjadi sebuah kenikmatan bagi manusia. Karena melalui kematian, manusia bisa meraih keadilan hakiki. Manusia bisa merasakan ganjaran yang diberikan oleh Allah atas kebaikan-kebaikan yang dikerjakannya selama hidup di dunia. Melalui kematian, manusia bisa merasakan kenikmatan semenjak di alam barzakh, hingga kelak ketika menginjakkan kaki di pelataran surga.
  Dengan kematian manusia mulai terbebas dari segala kewajiban selama di dunia yang sungguh kadang terasa melelahkan. Kematian adalah istirahat bagi orang-orang beriman. Sebagaimana Allah berfirman, 

“Kesenangan di dunia ini hanya sebentar, sedang akhirat lebih baik bagi orang-orang bertaqwa, dan kamu sekalian (yang bertaqwa dan yang tidak) tidak akan dizalimi sedikitpun.” (QS. An-Nisa : 77) .
  
  Lebih seribu tahun yang lalu, di tengah-tengah sahara, pada hari Asyura, Imam Husein berkata kepada para sahabatnya, “Bersabarlah kalian wahai putra-putra yang mulia. Kematian hanyalah jembatan agar kalian menyeberang dari keburukan dan kesengsaraan ke surga yang luas, kenikmatan yang abadi. Siapakah diantara kalian yang tidak mau berpindah dari penjara ke istana? Sedangkan menurut musuh-musuhmu, kematian hanyalah perpindahan dari istana ke penjara dan azab. Sesungguhnya ayahku menyampaikan kepadaku dari Rasulullah SAW, bahwa dunia itu penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir. Kematian adalah jembatan bagi mereka ke surga dan jembatan bagi mereka yang lain ke neraka.”
  Bahkan menurut Prof. Quraisy Shihab, kematian merupakan nikmat bukan saja dalam kehidupan ukhrawi nanti, tetapi juga dalam kehidupan duniawi, karena tidak dapat dibayangkan bagaimana keadaan dunia kita yang terbatas arealnya ini, jika seandainya semua manusia hidup terus-menerus tanpa mengalami kematian.
  Raghib al-Isfahani dalam kitab Abdul Karim Al-Khatib, mengungkapkan, “Kematian, yang dikenal sebagai berpisahnya roh dari badan, merupakan sebab yang mengantar manusia menuju kenikmatan abadi. Kematian adalah perpindahan dari satu negeri ke negeri yang lain. Sesungguhnya kalian diciptakan untuk hidup abadi.”
  Demikian terlihat bahwa kematian dalam pandangan Islam bukanlah sesuatu yang buruk, karena disamping mendorong manusia untuk meningkatkan pengabdiannya dalam hidup di dunia ini, juga merupakan pintu gerbang untuk memasuki kebahagiaan abadi, serta mendapatkan keadilan sejati. Allah menjanjikan kebahagiaan bagi mereka yang beriman kepada-Nya.


Sumber : Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati / Karya: Ahmad Rifa’i Rif’an